Filsafat adalah ilmu untuk semua orang. Faktanya, meskipun kebanyakan orang mungkin tidak begitu paham tentang apa itu filsafat, tanpa disadari kita semua terlibat dalam dunia filsafat. Kita semua memiliki beberapa gagasan tentang kehendak bebas, sifat manusia, moralitas, makna hidup, dan sejenisnya. Setiap orang, pada satu waktu atau lainnya, baik karena peristiwa yang mengejutkan atau rasa ingin tahu yang sederhana, mengajukan pertanyaan filosofis seperti: ‘Apakah Tuhan itu ada?’ ‘Apakah ada kehidupan setelah kematian?’ ‘Apakah ada prinsip moral yang mutlak atau universal?’ ‘Apa arti istilah etis seperti baik, buruk, benar, dan salah?’ ‘Apa itu kecantikan?’ ‘Apa ciri-ciri karya seni yang ‘baik’?’ ‘Dari sumber apa ketika kita mendapatkan pengetahuan?’ ‘Apakah pengalaman indrawi memberikan pengetahuan yang tak terbantahkan?’

Jadi apa itu filsafat? Secara harfiah istilah filsafat berasal dari kata Yunani philos (‘mencintai’) dan sophia (‘kebijaksanaan’), yang berarti ‘cinta kebijaksanaan’. Tetapi para filosof tidak selalu sepakat tentang sifat dan fungsi filsafat itu sendiri. 

Berikut adalah empat definisi yang mencoba menjelaskan apa yang dimaksud dengan istilah filsafat secara umum. Definisi-definisi ini tidak serta merta mencerminkan konsensus pendapat filosofis.

1. Filsafat Mampu Menganalisis Problematika Kehidupan

Filsafat menganalisis fondasi dan praanggapan yang mendasari disiplin ilmu lain. Filsafat menyelidiki dan mempelajari dasar-dasar sains, seni, dan teologi. Para filsuf tidak bertanya ‘Apakah lukisan-lukisan Pablo Picasso ‘baik’ karya seni?’ (seperti yang dilakukan kritikus seni) tetapi ‘Apakah penilaian estetis adalah masalah selera pribadi, atau adakah standar objektif yang dapat kita terapkan untuk mengevaluasi sebuah karya seni?’ Para filsuf tidak bertanya ‘Apakah teori evolusi itu benar?’ (seperti yang dilakukan ahli biologi dan antropolog fisik) tetapi ‘Bagaimana kita membedakan kebenaran dari kesalahan?’

Baca Juga:  Pentingnya filsafat dalam kehidupan kita.

2.  Filsafa Memiliki Pemahaman Komprehensif

Filsafat berusaha mengembangkan konsepsi atau pemahaman yang komprehensif tentang dunia. Filsafat berusaha mengintegrasikan pengetahuan ilmu dengan bidang studi lain untuk mencapai semacam pandangan dunia yang konsisten dan koheren. Para filsuf tidak ingin membatasi perhatian mereka pada sepotong pengalaman atau pengetahuan manusia, melainkan ingin merenungkan kehidupan sebagai suatu totalitas. Berbicara tentang fungsi khusus ini, Charlie Dunbar Broad, seorang filsuf Inggris abad kedua puluh, mengatakan: ‘Tujuannya adalah untuk mengambil alih hasil-hasil dari berbagai ilmu, untuk menambahkan kepada mereka hasil-hasil pengalaman religius dan etis umat manusia, dan kemudian Untuk merefleksikan keseluruhan. Harapannya adalah, dengan cara ini, kita mungkin dapat mencapai beberapa kesimpulan umum tentang sifat alam semesta, dan tentang posisi dan prospek kita di dalamnya.’ (Scientific Thought, New York: Harcourt, 1923, hlm. 20)

3. Filsafat Membuat Segalanya Menjadi Logis

Filsafat mempelajari dan secara kritis mengevaluasi keyakinan dan sikap kita yang paling dalam; Khususnya, yang sering dianggap tidak kritis. Filsuf memiliki sikap pemikiran kritis dan logis. Mereka memaksa kita untuk melihat signifikansi dan konsekuensi dari keyakinan kita, dan terkadang ketidakkonsistenan mereka. Mereka menganalisis bukti (atau kekurangannya) untuk kepercayaan kita yang paling berharga, dan berusaha untuk menghilangkan dari sudut pandang kita setiap noda dan jejak ketidaktahuan, prasangka, takhayul, penerimaan ide secara membabi buta, dan segala bentuk irasionalitas lainnya.

4. Filsafat Adalah Kehidupan Itu Sendiri

Filsafat menyelidiki prinsip-prinsip dan aturan-aturan bahasa, dan mencoba untuk memperjelas arti kata-kata dan konsep-konsep yang kabur. Filsafat mengkaji peran bahasa dalam komunikasi dan pemikiran, dan masalah bagaimana mengidentifikasi atau memastikan keberadaan makna dalam penggunaan bahasa kita. Ini adalah metode—praktik—yang berupaya mengungkap masalah dan kebingungan yang diakibatkan oleh penyalahgunaan bahasa, dan untuk memperjelas makna dan penggunaan istilah yang tidak jelas dalam wacana ilmiah dan/atau sehari-hari.