Ada 5 Jenis Tunjangan Profesi Guru Yang Akan Diterima Guru Tahun 2022, Cek Disini


Sahabat Yoru media perlu diketahui bahwa Tunjangan Profesi Guru (TPG) diberikan kepada guru yang telah memiliki sertifikat pendidik melalui program-program sertifikasi yang diselenggarakan oleh Pemerintah. Melalui program sertifikasi inilah, guru akan diakui profesionalitasnya sebagai tenaga pendidik.

Maka berhubungan dengan sertifikasi ini sebelumnya telah diatur melalui Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Akan tetapi tidak semua guru yang telah sertifikasi mendapatkan besaran gaji pokok atau tunjangan yang sama.

Pada tahun sebelumnya, yaitu tahun 2021 terdapat 4 jenis Tunjangan Profesi Guru (TPG). Namun di tahun 2022 ini berbeda, di mana Kemendikbud meluncurkan 5 jenis tunjangan profesi guru khusus mulai tahun 2022 melalui peraturan terbaru. Artinya, berbeda-beda jenis guru, akan memperngaruhi besaran gaji pokok maupun tunjangan sertifikasi yang akan diterima. 

1. Guru PNSD

Untuk PNSD Besaran tunjangan profesi guru  ini mengacu pada Permendikbud Nomor 4 Tahun 2022. Permendikbud ini merupakan aturan terbaru yang digunakan untuk pencairan TPG atau pembayaran sertifikasi di Tahun 2022.

Biasanya palin cepat akan dibayarkan di bulan maret mendatang sesuai dengan aturan Permendikbud tersebut. Besaran TPG untuk guru PNSD adalah sebanyak satu kali gaji pokok perbulan. Tunjangan profesinya akan dibayarkan setiap tiga bulan sekali atau per triwulanan. 

Selanbjutnya dengan jumlah atau besaran gaji pokok PNSD ini masih mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 15 tahun 2019. Artinya aturan ini masih digunakan sebagai acuan untuk pembayaran gaji pokok PNSD itu sendiri.

Maka sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 15 tahun 2019, disebutkan bahwa untuk golongan III-A, yang tentunya dengan status atau ijazah S1 atau D4 dengan masa pengabdian 0 tahun rentang gajinya di angka Rp. 2.579.400 sampai dengan Rp. 4.236.400.

Baca Juga:  Berapa Gaji Guru Penggerak Angkatan ke 6 Tahun 2022, Begini Penjelasan Kemendikbud

Kemudian  untuk golongan terakhir yang memiliki pangkat tertinggi dalam kepangkatan PNS ini direntang Rp. 3.593.100 hingga Rp. 5.901.200, artinya hampir Rp. 6.000.000. Demikian besaran menurut acuan PP Nomor 15 tahun 2019 yang masih berlaku hingga hari ini.

Baca Juga

2. Guru CPNSD

Selanjutnya bagi guru Calon Pegawai Negeri Sipil Daerah (CPNSD) yang sudah terangkat namun belum mengikuti program prajabatan atau latsar, besaran TPG-nya sesuai dengan Permendikbud Nomor 4 tahun 2022 yaitu sebanyak satu kali gaji pokok dikali 80% per bulan.

Artinya bagi guru yang masih berstatus CPNS, perhitungan gajinya masih 80% dari gaji pokok. Sedangkan besaran gaji pokok ini masih mengacu pada PP Nomor 15 tahun 2019 yang mana besaran gaji pokok untuk CPNS golongan III-A ini di angka Rp. 2.579.400 x 80%, sehingga total yang dapatkan adalah Rp. 2.063.520.

3. Guru non PNS Inpassing

Jadi ini adalah aturan yang mengatur terkait pemberian tunjangan profesi atau sertifikasi bagi guru non ASN. Besaran Tunjangan Profesi Guru (TPG) bagi guru non PNS inpassing ini mengacu pada peraturan Persesjen Kemdikbud Nomor 18 tahun 2021. 

Di mana untuk gaji pokok PNS ini mengacu pada PP Nomor 15 tahun 2019 mengenai penggajian Aparatur Sipil Negara (ASN) atau sesuai dengan SK inpassing sesuai dengan Persesjen Kemdikbud Nomor 18 tahun 2021. Jumlah untuk guru dengan kategori adalah sebesar satu kali gaji pokok PNS perbulan. 

4. Guru non PNS yang non Inpassing

Guru non PNS atau guru yang belum inpassing besaran tunjangan profesinya masih mengacu pada Persesjen Kemdikbud Nomor 18 tahun 2021. Yang mana besarannya sebesar Rp. 1.500.000 perbulannya. Jadi bagi guru yang non PNS dan belum inpassing harus segera mengurus SK inpassingnya agar TPG-nya bisa setara satu kali gaji pokok PNS.

Baca Juga:  5 Jenis Model Pembelajaran Pendukung Hibrid Learning

5. Guru PPPK

Sebagaimana Seperti yang kita ketahui PPPK. Aturan untuk guru PPPK ini baru berlaku di tahun 2022 ini dan akan mulai dibayarkan di tahun 2022.

Mengenai besaran tunjangan profesi guru guru PPPK ini, mengacu pada Persesjen Kemdikbud Nomor 18 tahun 2021. Menurut aturan ini, besaran tunjangan profesi guru PPPK adalah sebesar satu kali gaji pokok atau sesuai SK.

Kemudian untuk gaji pokok PPPK ini mengacu pada Perpres Nomor 98 tahun 2020. Jadi Perpres Nomor 98 tahun 2020 ini yang mendasari terkait penggajian PPPK yang tertuang dalam lampiran tentang gaji dan tunjangan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja.

Lalu Guru PPPK rata-rata ada di golongan 9 (sembilan). Bagi guru PPPK yang baru lulus ini memiliki masa kerja 0 tahun dan berada di golongan 9 dengan gaji pokok sebesar Rp. 2.966.500 dan akan mengalami kenaikan gaji berkala setiap 2 tahunnya.

Akan tetapi, guru PPPK ini bisa dimungkinkan untuk naik pangkat. Dengan catatan harus memenuhi angka kredit yang ada, di mana yang kenaikan pangkat tersebut siklusnya per 3 atau 4 tahun.

.