Kurikulum Merdeka – Diklat 40 JP yang berjudul “Dampak Besar Kurikulum Merdeka dalam Fleksibilitas Pembelajaran” telah selesai dilaksanakan. E Guru Id selaku penyelenggara memberikan fasilitas Diklat berupa materi full pertemuan, sertifikat 40 JP, undangan, rekap daftar hadir, dan laporan pengembangan diri.

Sebelum mendownload fasilitas lengkap dari Diklat Gratis 40 JP “Dampak Besar Kurikulum Merdeka dalam Fleksibilitas Pembelajaran”, alangkah lebih baiknya kita sama-sama mengulas sedikit tentang materi-materi yang telah disajikan.

4 Arah Perubahan Kurikulum

Kurikulum Merdeka bertujuan untuk mengatasi krisis pembelajaran yang diperparah oleh adanya Pandemi Covid-19 yang berakibat pada learning loss dan meningkatnya kesenjangan pembelajaran. Sehingga Kurikulum Merdeka merupakan penyederhanaan kurikulum dalam bentuk kurikulum dalam kondisi khusus (kurikulum darurat) efektif memitigasi learning loss di masa Pandemi Covid-19.

Setidaknya ada 4 arah perubahan kurikulum dalam Kurikulum Merdeka ini. Antara lain adalah sebagai berikut.

  1. Struktur kurikulum yang lebih fleksibel, jam pelajaran ditargetkan untuk dipenuhi dalam satu tahun;
  2. Fokus pada materi yang esensial, Capaian Pembelajaran (CP) yang diatur per fase, bukan per tahun;
  3. Memberikan keleluasaan bagi guru menggunakan berbagai perangkat ajar sesuai kebutuhan dan karakteristik peserta didik; serta
  4. Aplikasi yang menyediakan berbagai referensi bagi guru untuk dapat terus mengembangkan praktik mengajar secara mandiri dan berbagi praktik baik.

Efektivitas kurikulum dalam kondisi khusus dianggap akan semakin menguatkan pentingnya perubahan rancangan dan strategi implementasi kurikulum secara lebih komprehensif. Hal ini tentunya diharapkan mampu memberikan solusi atas kesenjangan dalam hal kualitas belajar.

Kerangka Kurikulum Merdeka

Kerangka kurikulum yan diterapkan di sekolah penggerak telah menggunakan Kurikulum Merdeka. Dalam hal ini Pemerintah berperan menyiapkan:

  • Profil Pelajar Pancasila. Kompetensi dan karakter yang tertuang dalam 6 dimensi, berfungsi sebagai penuntun arah yang memandu segala kebijakan dan pembaruan dalam sistem pendidikan Indonesia, termasuk pembelajaran dan asesmen.
  • Struktur kurikulum. Jabaran mata pelajaran beserta alokasi jam pembelajaran.
  • Capaian Pembelajaran (CP). Kompetensi dan karakter yang dicapai setelah menyelesaikan pembelajaran dalam kurun waktu tertentu.
  • Prinsip pembelajaran dan asesmen. Berfungsi sebagai nilai-nilai yang mendasari pelaksanaan pembelajaran dan asesmen.

Adapun komponen yang dapat dikembangkan di satuan pendidikan melalui Kurikulum Merdeka adalah:

  1. Kurikulum operasional. Menjabarkan kebijakan, rencana program dan kegiatan yang akan dilakukan satuan pendidikan dalam melaksanakan pembelajaran paradigma baru
  2. Perangkat Ajar. Berbagai perangkat yang digunakan untuk mendukung pembelajaran paradigma baru

Kompetensi dan karakter yang dijabarkan dalam Profil Pelajar Pancasila dibangun dalam keseharian dan dihidupkan dalam diri setiap individu peserta didik melalui budaya sekolah, pembelajaran intrakurikuler, proyek penguatan Profil Pelajar Pancasila dan ekstrakurikuler.

Baca Juga:  Ambivalensi tampaknya memainkan peran kunci dalam bagaimana alternatif menarik memengaruhi hubungan romantis

Struktur kurikulum menjadi dasar perancangan pembelajaran intrakurikuler dan proyek penguatan Profil Pelajar Pancasila. Sementara untuk kegiatan ekstrakurikuler dan budaya sekolah dapat dikembangkan oleh satuan pendidikan sesuai dengan kapasitas dan karakteristik peserta didik masing-masing.

Program-Program Kurikulum Merdeka

1. Meningkatkan literasi, numerasi, dan karakter pada peserta didik

Penguatan literasi dan numerasi terutama di jenjang pendidikan dasar menjadi salah satu perhatian dalam perancangan kurikulum yang berfokus pada kompetensi. Selaras dengan konsep literasi dan numerasi yang digunakan dalam kebijakan Asesmen Kompetensi Nasional (AKM).

Literasi didefinisikan sebagai kemampuan peserta didik dalam memahami, menggunakan, mengevaluasi, merefleksikan berbagai jenis teks untuk menyelesaikan masalah dan mengembangkan kapasitas individu sebagai warga Indonesia dan warga dunia. Agar dapat berkontribusi secara produktif di masyarakat.

Sementara itu numerasi didefinisikan sebagai kemampuan peserta didik dalam berpikir menggunakan konsep, prosedur, fakta, dan alat matematika untuk menyelesaikan masalah sehari-hari pada berbagai jenis konteks yang relevan untuk individu sebagai warga negara Indonesia dan dunia.

2. Meningkatkan kapasitas kepala sekolah dan guru agar tercipta pembelajaran berkualitas

Sebelum merencanakan pembelajaran, sangat penting bagi kepala sekolah dan guru, untuk memahami karakteristik satuan pendidikan. Sehingga dapat memberikan layanan pendidikan yang kontekstual, berpihak kepada siswa, serta memastikan tidak ada anak yang tertinggal dalam proses belajar.

3. Memudahkan guru dalam inovasi pembelajaran, serta kepala sekolah dalan melakukan evaluasi diri melalui pendekatan digitalisasi sekolah

Kesiapan sekolah untuk berinovasi salah satunya ditentukan oleh kepemimpinan yang efektif di mana kepala sekolah serta jajarannya membangun budaya belajar di kalangan guru-guru dan berbagai strategi digunakan untuk mentransformasi pembelajaran di kelas.

Kepemimpinan yang menguatkan pembelajaran di kalangan guru akan menimbulkan rasa aman untuk mencoba berinovasi dan mengimplementasikan kurikulum baru. Yang juga berdampak positif pada implementasi inovasi pendidikan di satuan pendidikan adalah keterbukaan dan rasa percaya antara pendidik dengan orang tua.

4. Meningkatkan kapasitas guna menghasilkan kebijakan pendidikan yang merata di daerah

Landasan utama perancangan Kurikulum Merdeka adalah filosofi Merdeka Belajar yang juga melandasi kebijakan-kebijakan pendidikan lainnya, sebagaimana yang dinyatakan dalam Rencana Strategis Kementerian pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2020-2024 (Permendikbud Nomor 22 Tahun 2020).

Permendikbud tersebut mengindikasikan bahwa Merdeka Belajar mendorong perubahan paradigma, termasuk paradigma terkait kurikulum dan pembelajaran. Kebijakan tentang muatan lokal yang dirancang di tingkat pusat mengharapkan agar daerah (pemerintah daerah dan satuan pendidikan) mengembangkan kurikulum secara partisipatif dan autentik sesuai dengan kebutuhan, minat, dan potensi lokal.

Baca Juga:  Segera! Lakukan Ini Selesai Lulus Seleksi Administrasi PPG 2022 Dalam Jabatan agar tidak salah langkah

5. Menciptakan iklim kolaborasi di bidang pendidikan pada lingkup sekolah, pemerintah daerah, maupun pemerintah pusat

Pemerintah daerah dan pemerintah pusat serta kebijakan-kebijakan pendidikan yang secara langsung berpengaruh pada implementasi kurikulum, dan dalam konteks Indonesia adalah Standar Nasional Pendidikan (SNP).

Khususnya pada Standar Kompetensi Lulusan, Standar Isi, Standar Proses, dan Standar Penilaian. Keempat standar tersebut menjadi rujukan dalam perancangan kurikulum. Kebijakan yang perlu selaras (aligned) dengan implementasi kurikulum antara lain adalah tentang beban kerja guru yang mungkin berubah sebagai akibat dari perubahan struktur kurikulum.

Kemudian penggunaan dana bantuan operasional sekolah (BOS) yang perlu selaras dengan kegiatan pembelajaran intrakurikuler dan projek penguatan profil pelajar Pancasila, termasuk juga penerimaan peserta didik baru yang perlu berubah sebagai akibat perubahan struktur kurikulum di SMA/MA.

Desain Pembelajaran di Kurikulum Merdeka

Terdapat beberapa komponen di kurikulum paradigma baru dalam melaksanakan pembelajaran. Berikut komponen atau alur pembelajaran tersebut.

1. Capaian pembelajaran 

Capaian Pembelajaran (CP) sebagai pengganti dari KI dan KD pada kurikulum sebelumnya. Dalam hal ini capaian pembelajaran memuat sekumpulan kompetensi dan lingkup materi yang disusun secara komprehensif dalam bentuk narasi.

2. Tujuan pembelajaran

Tujuan pembelajaran merupakan suatu jabaran kompetensi yang harus dicapai oleh peserta didik. Dalam hal ini tujuan pembelajaran dapat dilaksanakan dalam satu kegiatan atau lebih.

3. Alur tujuan pembelajaran

Alur tujuan pembelajaran merupakan rangkaian tujuan pembelajaran yang tersusun secara sistematis dan logis. Didesain menurut urutan pembelajaran sejak awal hingga akhir suatu fase.

Perangkat Ajar dan Bahan Ajar

Perangkat ajar terbagi kedalam tiga jenis, yaitu buku teks, mosul ajar, dan modul projek. Pendidik memiliki kemerdekaan untuk membuat sendiri, memilih, dan memodifikasi perangkat ajar yang tersedia sesuai dengan konteks, karakteristik, serta kebutuhan peserta didiknya.

Berkaitan dengan perangkat ajar, satuan pendidikan dalam hal ini sekolah, dapat memilih untuk:

–          Menerapkan beberapa bagian dan prinsip Kurikulum Merdeka, tanpa mengganti kurikulum satuan pendidikan yang sedang diterapkan

–          Dapat menerapkan Kurikulum Merdeka menggunakan perangkat ajar yang sudah disediakan (buku teks, modul ajar, dll) yang dapat diunduh di platform Merdeka Mengajar.

–          Menerapkan Kurikulum Merdeka dengan mengembangkan sendiri berbagai perangkat ajar.

Baca Juga:  Aplikasi Android Convert Word ke PDF

Jenis bahan ajar juga harus disesuaikan dulu dengan kurikulumnya, setelah itu barulah dibuat rancangan pembelajarannya. Berikut ini salah satu jenis bahan ajar berdasarkan bentuknya, meliputi:  bahan ajar cetak, audio, audiovisual, dan multimedia interaktif.

Terdapat manfaat bahan ajar bagi guru dan peserta didik dalam pembelajaran. Berikut penjelasannya.

1. Manfaat bagi guru

  • Diperoleh bahan ajar yang sesuai tuntutan kurikulum dan sesuai dengan kebutuhan belajar peserta didik
  • Tidak lagi tergantung kepada buku teks yang terkadang sulit untuk diperoleh
  • Memperkaya karena dikembangkan dengan menggunakan berbagai referensi
  • Menambah khasanah pengetahuan dan pengalaman guru dalam menulis bahan ajar
  • Membangun komunikasi pembelajaran yang efektif antara guru dengan peserta didik karena peserta didik akan merasa lebih percaya kepada gurunya
  • Menambah angka kredit jika dikumpulkan menjadi buku dan diterbitkan.

2. Manfaat bagi peserta didik

  • Kegiatan pembelajaran menjadi lebih menarik
  • Kesempatan untuk belajar harus disusun secara mandiri dan mengurangi ketergantungan terhadap kehadiran guru.
  • Mendapatkan kemudahan dalam mempelajari setiap kompetensi yang harus dikuasainya

Kurikulum Merdeka Menyongsong Digitalisasi Pembelajaran

Kemendikbud secara resmi telah meluncurkan suatu platform edukasi yang menjadi teman penggerak untuk guru dalam mewujudkan Pelajar Pancasila di Kurikulum Merdeka ini. Platform atau ini disebut Merdeka Mengajar.

Platform Merdeka Mengajar menyediakan referensi bagi guru untuk mengembangkan praktik mengajar sesuai dengan Kurikulum Merdeka. Tidak tanggung-tanggung, Kemendikbud juga menyediakan website lain yang bernama Belajar.id.

Website e-Belajar.id merupakan platform digital untuk administrasi pelaksanaan sekolah meliputi kegiatan belajar mengajar, absensi, raport, evaluasi, rekap penilaian, penerimaan peserta didik baru, hingga pembayaran secara digital. Sehingga dapat menunjang sekolah menuju sekolah yang profesional, efektif dan akuntabel.

Hal-hal demikian menjadi cerminan bahwa pentingnya website atau plaform pendidikan itu dibuat. Karena memang teknologi akan terus berkembang, sehingga diperlukan persiapan dalam mengimbangi perkembangan tersebut.

Klik disini untuk Mendownload Full Fasilitas Diklat Gratis 40 JP

Klik disini untuk Mendownload Full Fasilitas Diklat Gratis 40 JP

Silahkan Anda manfaatkan HARGA KHUSUS untuk mendaftar Diklat “Penyusunan Kurikulum Operasional di Satuan Pendidikan (KOSP), Modul Ajar dan Modul Project” yang akan dilaksanakan mulai tanggal 15-20 maret 2022. Dapatkan sertifikat 64 JP dan bonus-bonus lainnya!

HARGA KHUSUS HANYA BERLAKU SAMPAI DENGAN 2 MARET 2022. JADI TUNGGU APA LAGI? SEGERA MENDAFTAR SEKARANG DAN MANFAATKAN HARGA KHUSUSNYA!

KLIK DISINI UNTUK MENDAFTAR
KLIK DISINI UNTUK MENDAFTAR

Mau dibantu mendaftar? Hubungi Admin Berikut: http://wa.me/628818797148 (May)