Film pendek Amarah Amara memberi pesan bahwa berbuat baik pada orang jahat jauh lebih baik bagi korban. Foto/Genflix

JAKARTA – Bisakah kau membalas kebencian pada seseorang yang merisakmu menjadi sebuah kebaikan?

Kalau dijawab secara bijak, tentunya harus mampu. Alih-alih karam dalam kesedihan apalagi berniat membalasnya dengan tindakan yang lebih jahat. Pepatah “eye for an eye” tampaknya tak berlaku karena sejatinya menyiram minyak ke dalam api menyala justru akan membakar kedua orangnya.

Hal ini juga yang dikisahkan dalam film pendek Genflix berdurasi 11 menit berjudul Amarah Amara. Kekesalan yang Amara terima, saat ia membalasnya dengan perbuatan baik, justru menyelamatkan kedua pihak, bahkan Amara mendapat “hadiah” tak terduga. Walaupun terkesan menggurui, tayangan mirip ini terang sesuatu yang sangat diperlukan masyarakat ketika ini.

Film Pendek Amarah Amara, Mengubah Energi Negatif Menjadi Positif

Foto: Genflix

Bayangkan kalau dendam menahun yang akan terjadi perisakan mulut dilampiaskan dengan kekerasan, yang dituduh sebagai pelaku justru si korban. Walaupun berdalih membela diri karena disakiti, tidak semudah itu persoalan diselesaikan. Maka pilihan yang paling bijak ialah belajar memaafkan dan pertanda pada pelaku perundung bahwa kita mampu lebih baik daripada mereka.

Baca Juga: Tenda Radit: Khayalan, Kecemasan Orang Tua, dan Harry Potter

Rasulullah SAW pun bersabda, seseorang yang kuat bukan yang jago gulat, melainkan bisa menahan amarahnya. Hal ini dibuktikan Rasulullah yang senantiasa bersikap baik, menyuapi perempuan buta yang terus menerus mengejeknya, tanpa sepengetahuan perempuan tersebut.

Sampai selepas Rasulullah wafat, perempuan buta ini bertanya-tanya, ke mana orang yang biasa menyuapinya. Betapa kagetnya ia karena orang yang ia hina, justru orang yang paling baik sikapnya.

Film Pendek Amarah Amara, Mengubah Energi Negatif Menjadi Positif

Foto: Genflix

Baca Juga:  5 Film Indonesia Minim Obrolan, tapi Tetap Menarik dan Penuh Makna