Macam macam Korelasi dan Asosiasi – Analisis korelasi dan asosiasi adalah salah satu analisis kuantitatif menggunakan pendekatan statistik yang paling umum digunakan dalam penelitian sosial, selain regresi tentunya. Namun, masih belum banyak yang tahu, terutama para peneliti pemula bahwa ternyata analisis korelasi dan asosiasi ini banyak macamnya.

Macam-macam analisis korelasi ini kebanyakan terkait dengan karakteristik variabelnya. Ada juga karena karakteristik alat ukurnya. Dari sisi tujuan dari macam macam analisis korelasi dan asosiasi pada dasarnya tidak ada perbedaan signifikan.

Tujuan Analisis Korelasi

The primary objective is to measure the strength or degree associatioan between two variables. Ther coefficient correlation measures this strength of (linier) association. For example we may be interested in finding the correlation (coefficient) between smooking and lung cancer, between scores of statistics and mathematic examination, between high school grades and collage grades, and so on,” (Gujarati, Damodar, 1995).

(“Tujuan utama adalah mengetahui ukuran kekuatan atau kekuatan hubungan antara dua variabel. Koefisien korelasi mengukur kekuatan hubungan tersebut (linier). Misalnya kita tertarik untuk mencari korelasi (koefisien) antara merokok dengan kanker paru-paru, antara nilai statistik dan matematika, antara sekolah menengah dengan perguruan tinggi, dan sebagainya,”(Gujarati, Damodar,1995).

Analisis korelasi adalah metode statistik yang digunakan untuk mengukur besarnya hubungan antara dua variabel atau antar set-variabel. Nilai korelasi berkisar antara -1 dan 1, dimana nilai korelasi -1 berarti hubungan antara dua variabel tersebut adalah negatif sempurna, nilai korelasi 0 berarti tidak ada hubungan antara dua variabel tersebut, sedangkan nilai korelasi 1 berarti bahwa terdapat hubungan positif sempurna antara dua variabel tersebut.

Interpretasi dari besarnya nilai korelasi antara variabel dapat diklasifikasikan sebagai berikut :

  • 0,00-0,09 : Hubungan korelasi diabaikan
  • 0,10-0,29 : Hubungan korelasi rendah
  • 0,30-0,49 : Hubungan korelasi moderat
  • 0,50-0,70 : Hubungan korelasi sedang
  • di atas 0,70 : Hubungan korelasi sangat kuat
Baca Juga:  8 Situs Jurnal Bereputasi dan Ber-ISBN

Selain itu, untuk menentukan apakah besarnya hubungan itu signifikan atau tidak, kita dapat menyimpulkan dari nilai signifikan value (p-value) hasil uji korelasi.
(Sumber : Sofyan dan Heri, SPSS Complete, 2009)

Macam macam Uji Korelasi dan Asosiasi

Ada beberapa uji korelasi dan asosiasi yaitu :

  1. Koefisien Korelasi Rank Spearman dan Kendall’s Tau. Korelasi ini digunakan untuk mengetahui hubungan antara dua variabel data yang berskala ordinal.
  2. Korelasi Pearson. Korelasi ini digunakan untuk mengetahui hubungan antara dua variabel yang berskalan interval. Dalam korelasi ini bahwa kedua variabel diasumsikan mengikuti diatribusi normal.
  3. Koefisien Kontigency C (Cramer’s V). Korelasi ini digunakan untuk mengetahui hubungan antara variabel yang berskala nominal.
  4. Measure of Agreement Cohen’s Kappa. Korelasi ini digunakan untuk mengukur kesesuaian antara hasil evaluasi dua buah alat ukur ketika alat ukur tersebut digunakan untuk subyek yang sama.
  5. Asosiasi ETA. Asosiasi ini digunakan untuk mengetahui besarnya hubungan antara variabel data yang berskala nominal dan interval.

Nah, demikianlah ulasan singkat kami mengenai macam macam analisis korelasi dan asosiasi. Untuk penjelasan lebih lanjut akan di bahas dalam tulisan-tulisan berikutnya. Untuk bahasan yang sudah tersedia silakan klik pada hiperlink pada setiap jenis korelasi di atas.

Semoga bermanfaat dan salam sehat selalu (maglearning.id).