BuluranNews, HONGKONG Kenyataan panic buying kembali terjadi di dunia. Kali ini, peristiwa itu terjadi di Hong Kong, di mana warga dilaporkan memadati supermarket dan pasar makanan segar pada Senin (7/2).

Dalam laporan Reuters, warga mengatakan mereka melakukan ini karena khawatir akan gangguan pasokan dari China daratan. Kekhawatiran ini muncul setelah Hong Kong melaporkan rekor 614 kasus virus corona pada Senin.

Kondisi ini dikhawatirkan akan membuat pembatasan mobilitas, sehingga pengiriman barang dari China yang adalah pemasok bahan makanan terbesar mampu terhambat secara signifikan.

Di pasar makanan segar di Tin Shui Wai, wilayah New Territories, misalnya, para penjual mengatakan tidak akan ada sayuran dalam beberapa hari mendatang. Hal ini mendorong warga untuk membeli beberapa makanan sebagai bekal untuk masa depan.

“Tentu saja Anda harus membelinya. Nir akan ada sayuran mulai besok. Truk tidak mampu datang ke sini … jadi sayurannya sangat, sangat mahal,” kata seorang wanita berusia 50 tahun bermarga Chow.

Seorang pedagang sayur bernama John Chan mengatakan gangguan tersebut telah menyebabkan penurunan 30% dalam pasokan, termasuk untuk produk mirip kembang kol. Ia mengingatkan, ratusan kilogram sayuran yang rencananya akan tiba pada Selasa kemungkinan tidak akan tiba.

“Aku masih tidak tahu apakah mereka mampu melintasi perbatasan. Jika tidak, harganya akan naik lebih tinggi lagi atau kita tidak punya apa-apa untuk dijual.”

Baca Juga:  3 Cerita yang Diharapkan Muncul di Jujutsu Kaisen Season 2