Proses transformasi mengacu pada serangkaian operasi yang dialami bahan mentah dari ekstraksi hingga dapat diubah menjadi beberapa bahan yang cocok untuk dikerjakan atau digunakan dalam produksi suatu produk.

Dengan kata lain, proses transformasi ialah suatu kegiatan atau serangkaian kegiatan di mana suatu input digunakan untuk menambah nilai. Dengan cara ini, akhirnya menjadi produk yang memenuhi kebutuhan pelanggan. Pelanggan mampu internal atau eksternal.

Jenis industri yang menggunakan proses transformasi

Industri transformasi ialah semua industri yang didedikasikan untuk memproses bahan baku yang berada dalam keadaan alaminya. Ini, untuk kemudian mengubahnya menjadi bahan yang berkhasiat teknis.

Industri utama yang menggunakan proses transformasi ialah sebagai berikut:

  • Minyak: Industri ini menggunakan minyak bumi dan semua gas terkait minyak bumi sebagai bahan baku utamanya. Poly produk yang diperoleh dari transformasinya, mirip bensin, tar, minyak tanah, pitch dan minyak pelumas, di antara beberapa dari banyak yang dapat disebutkan.
  • Baja: Ini ialah industri yang didedikasikan semata-mata dan langsung untuk ekstraksi besi sebagai bahan baku. Ini, untuk kemudian mengubah atau mengubahnya menjadi bahan mirip besi itu sendiri. Selain itu, besi yang dicampur dengan karbon menghasilkan baja dan pengecoran dapat dibuat dengan bahan-bahan ini.
  • Metalurgi: Metalurgi mengekstrak dan menggunakan sebagai bahan baku semua jenis logam yang terkandung dalam bijih, kecuali besi. Dengan mengubahnya, mereka dapat diubah menjadi tembaga, timah, seng, dan aluminium, untuk menyebutkan beberapa yang penting.
  • Kayu: Ialah industri yang mengekstrak dan menggunakan kayu sebagai basis utama untuk proses transformasinya. Kayu dapat diubah menjadi selulosa, untuk membuat kertas, atau menjadi lignin, untuk membuat plastik. Selain itu, kayunya sendiri digunakan untuk memproduksi furnitur dan bahan bangunan. Kayunya juga mampu digunakan hanya sebagai kayu bakar.
  • Keramik: Keramik menggunakan tanah liat, batu kapur, gipsum dan air sebagai bahan baku. Dengan elemen-elemen ini, bahan-bahan mirip batu bata, ubin, ubin, dan porselen dibuat; yang adalah beberapa yang paling penting.
Baca Juga:  bangku zombie

Tentunya untuk melakukan suatu proses transformasi, hal pertama yang harus dilakukan ialah mencari dimana bahan baku tersebut berada. Segera teknik yang paling sempurna harus diterapkan untuk dapat mengekstraknya. Terakhir dilakukan proses pemindahan dan pengangkutan material yang akan ditransformasikan.

Proses Transformasi 1
Proses transformasi
Industri yang menggunakannya

Fase proses

Secara alami, untuk mencapai proses transformasi, banyak tahapan yang harus dilalui, tergantung pada masing-masing industri. Adalah, tidak semua industri menggunakan proses yang sama atau mengikuti langkah yang sama. Untuk alasan ini, kami akan menyebutkan beberapa fase yang paling acapkali digunakan:

  • Dihancurkan atau digiling: Ini ialah proses dimana bahan mentah digiling atau dihancurkan dengan tujuan membuatnya lebih kecil. Ukuran bahan yang lebih kecil membuatnya lebih mudah untuk ditangani. Selain itu, kalau perlu dipanaskan, lebih mudah untuk mencapai titik leleh.
  • Memanggang atau casting: Ini ialah menggunakan panas atau suhu tinggi untuk mengubah bahan mentah yang dalam keadaan padat menjadi cair. Prosesnya terjadi saat bahan baku dimasukkan ke dalam oven. Dengan cara ini, bahan mentah terkena suhu tinggi, membuatnya cair. Dalam beberapa kasus bahan mentah diperlukan memperoleh konsistensi pucat.
  • Dibentuk: Pencetakan dilakukan saat bahan baku yang dalam keadaan cair dibentuk dalam cetakan. Cetakan ialah permukaan kaku yang memungkinkan bahan mentah mengambil bentuk tertentu. Pengecoran dapat dilakukan pada batangan, batangan, tabung dan lembaran.
  • Pengeringan atau pendinginan: Pengeringan terjadi saat bahan baku terkena udara sampai kering. Atau, saat bahan cair dibiarkan membisu. Untuk bagiannya, pendinginan dilakukan saat suatu bahan diperkirakan akan mengeras. Hal ini dilakukan dengan menerapkan udara atau gas ke bahan baku yang sebelumnya telah dipanggang atau dilelehkan. Saat memadat, langkah selanjutnya dalam proses dapat diikuti.
  • Penyimpanan: Penyimpanan terjadi saat bahan disortir, dikelompokkan, dan ditumpuk. Ini, untuk membuatnya lebih mudah untuk menemukan dan menggunakannya dalam fase proses berikut.
Proses Transformasi 2
Proses transformasi
fase

Kesimpulannya, dapat dikatakan bahwa akibat yang dicapai dari proses transformasi atau output dari proses tersebut ditawarkan kepada pasar. Untuk itu harus diusahakan terlebih dahulu agar unsur atau bahan yang dihasilkan memenuhi syarat mutu yang dipersyaratkan oleh industri. Kedua, agar proses transformasi dilakukan secara efisien, sehingga biayanya rendah sehingga harga akhir produk tidak terlalu tinggi. Akhirnya, biaya transportasi harus dianalisis, untuk mencegahnya menghipnotis harga akhir produk secara negatif. Untuk alasan ini, lebih mudah untuk melakukan proses transformasi di kawasan yang dekat dengan kawasan bahan baku berada.

Baca Juga:  Proses Pembuahan Pada Manusia