Pembelajaran Kurikulum Merdeka – Kurikulum Merdeka merupakan kurikulum yang dirancang sebagai opsi pemulihan pembelajaran setelah pandemi. Kurikulum Merdeka resmi diluncurkan oleh Nadiem Makarim sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada bulan februari 2022.

Tidak hanya meluncurkan Kurikulum Merdeka, Kemendikbudristek juga meluncurkan sebuah platform yang bernama Merdeka Belajar. Platform ini memiliki tiga fungsi yang berupaya membantu guru untuk mengajar, belajar, dan berkarya.

Namun sayangnya, tidak semua guru mengerti dan memahami tentang hal-hal yang baru dalam konteks pembelajaran di dalam kelas. Maka dari itu, secara resmi Kemendikbud memberikan sebuah buku rujukan mengenai pembelajaran di Kurikulum Merdeka.

Program Kurikulum Merdeka

1. Meningkatkan literasi, numerasi, dan karakter pada peserta didik

Penguatan literasi dan numerasi terutama di jenjang pendidikan dasar menjadi salah satu perhatian dalam perancangan kurikulum yang berfokus pada kompetensi. Selaras dengan konsep literasi dan numerasi yang digunakan dalam kebijakan Asesmen Kompetensi Nasional (AKM).

Literasi didefinisikan sebagai kemampuan peserta didik dalam memahami, menggunakan, mengevaluasi, merefleksikan berbagai jenis teks untuk menyelesaikan masalah dan mengembangkan kapasitas individu sebagai warga Indonesia dan warga dunia. Agar dapat berkontribusi secara produktif di masyarakat.

Sementara itu numerasi didefinisikan sebagai kemampuan peserta didik dalam berpikir menggunakan konsep, prosedur, fakta, dan alat matematika untuk menyelesaikan masalah sehari-hari pada berbagai jenis konteks yang relevan untuk individu sebagai warga negara Indonesia dan dunia.

2. Meningkatkan kapasitas kepala sekolah dan guru agar tercipta pembelajaran berkualitas

Sebelum merencanakan pembelajaran, sangat penting bagi kepala sekolah dan guru, untuk memahami karakteristik satuan pendidikan. Sehingga dapat memberikan layanan pendidikan yang kontekstual, berpihak kepada siswa, serta memastikan tidak ada anak yang tertinggal dalam proses belajar.

Untuk itu aktivitas asesmen karakteristik satuan pendidikan menjadi penting untuk membuka kesadaran bahwa pada latar belakang siswa yang berbeda memerlukan layanan yang berbeda.

Baca Juga:  Download Full Fasilitas Diklat Gratis 40 JP “Dampak Besar Kurikulum Merdeka dalam Fleksibilitas Pembelajaran”

3. Memudahkan guru dalam inovasi pembelajaran, serta kepala sekolah dalan melakukan evaluasi diri melalui pendekatan digitalisasi sekolah

Kesiapan sekolah untuk berinovasi salah satunya ditentukan oleh kepemimpinan yang efektif di mana kepala sekolah serta jajarannya membangun budaya belajar di kalangan guru-guru dan berbagai strategi digunakan untuk mentransformasi pembelajaran di kelas.

Kepemimpinan yang menguatkan pembelajaran di kalangan guru akan menimbulkan rasa aman untuk mencoba berinovasi dan mengimplementasikan kurikulum baru. Yang juga berdampak positif pada implementasi inovasi pendidikan di satuan pendidikan adalah keterbukaan dan rasa percaya antara pendidik dengan orang tua.

Selain itu, jejaring pembelajaran sesama pendidik juga sangat terbantu dengan pemanfaatan teknologi digital. Untuk mendukung proses pembelajaran secara kolaboratif antar guru seluruh Indonesia, Kemendikbudristek mengembangkan suatu platform yang dinamai Merdeka Mengajar.

4. Meningkatkan kapasitas guna menghasilkan kebijakan pendidikan yang merata di daerah

Landasan utama perancangan Kurikulum Merdeka adalah filosofi Merdeka Belajar yang juga melandasi kebijakan-kebijakan pendidikan lainnya, sebagaimana yang dinyatakan dalam Rencana Strategis Kementerian pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2020-2024 (Permendikbud Nomor 22 Tahun 2020).

Permendikbud tersebut mengindikasikan bahwa Merdeka Belajar mendorong perubahan paradigma, termasuk paradigma terkait kurikulum dan pembelajaran. Kebijakan tentang muatan lokal yang dirancang di tingkat pusat mengharapkan agar daerah (pemerintah daerah dan satuan pendidikan) mengembangkan kurikulum secara partisipatif dan autentik sesuai dengan kebutuhan, minat, dan potensi lokal

5. Menciptakan iklim kolaborasi di bidang pendidikan pada lingkup sekolah, pemerintah daerah, maupun pemerintah pusat

Pemerintah daerah dan pemerintah pusat serta kebijakan-kebijakan pendidikan yang secara langsung berpengaruh pada implementasi kurikulum, dan dalam konteks Indonesia adalah Standar Nasional Pendidikan (SNP).

Khususnya pada Standar Kompetensi Lulusan, Standar Isi, Standar Proses, dan Standar Penilaian. Keempat standar tersebut menjadi rujukan dalam perancangan kurikulum. Kebijakan yang perlu selaras (aligned) dengan implementasi kurikulum antara lain adalah tentang beban kerja guru yang mungkin berubah sebagai akibat dari perubahan struktur kurikulum.

Baca Juga:  Info Terbaru, Guru Menerima 3 Tunjangan Ini Akan Cair Bulan Maret 2022

Kemudian penggunaan dana bantuan operasional sekolah (BOS) yang perlu selaras dengan kegiatan pembelajaran intrakurikuler dan projek penguatan profil pelajar Pancasila, termasuk juga penerimaan peserta didik baru yang perlu berubah sebagai akibat perubahan struktur kurikulum di SMA/MA.

Strategi Praktik Kurikulum Medeka

Terdapat beberapa strategi praktik kurikulum atau pembelajaran Kurikulum Merdeka. Diantaranya adalah sebagai berikut.

1. Internalisasi Program

Sekolah-sekolah yang siap untuk menerapkan transformasi pembelajaran memiliki karakteristik yaitu sekolah dengan budaya saling percaya (trust) yang kuat, komunikasi yang terbuka, serta pimpinan yang memiliki visi dan tujuan yang sejalan dengan arah kebijakan.

Prinsip pembelajaran sesuai dengan tahap capaian peserta didik (teaching at the right level) juga perlu diberlakukan dalam proses implementasi yang sesuai dengan kesiapan satuan pendidikan dan guru (implementation at the right level).

2. Mengenali Karakteristik Lembaga

Sebelum merencanakan pembelajaran, sangat penting bagi kepala sekolah dan guru untuk memahami karakteristik satuan pendidikan. Sehingga dapat memberikan layanan pendidikan yang kontekstual, berpihak kepada siswa, serta memastikan tidak ada anak yang tertinggal dalam proses belajar.

Untuk itu aktivitas asesmen karakteristik satuan pendidikan menjadi penting untuk membuka kesadaran bahwa pada latar belakang siswa yang berbeda memerlukan layanan yang berbeda.

3. Mengenal topik pengembangan diri

Salah satu prinsip dalam projek penguatan Profil Pelajar Pancasila adalah prinsip eksploratif. Prinsip eksploratif berkaitan dengan semangat untuk membuka ruang yang lebar bagi proses inkuiri dan pengembangan diri.

Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila tidak berada dalam struktur intrakurikuler yang terkait dengan berbagai skema formal pengaturan mata pelajaran. Oleh karenanya, projek ini memiliki area eksplorasi yang luas dari segi jangkauan materi pelajaran, alokasi waktu, dan penyesuaian dengan tujuan pembelajaran.

4. Mengenali karakteristik peserta didik

Kurikulum yang fleksibel akan memberikan keleluasaan kepada satuan pendidikan dan pendidik untuk mengadaptasi, menambah kekayaan materi pelajaran. Serta menyelaraskan kurikulum dengan karakteristik peserta didik, visi misi satuan pendidikan, serta budaya dan kearifan lokal.

Baca Juga:  DIKLAT 35JP Implementasi Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Budaya Kerja Pada Kurikulum Merdeka Segera Daftar Sebelum Tutup!

Keleluasaan seperti ini dibutuhkan agar kurikulum yang dipelajari peserta didik senantiasa relevan dengan dinamika lingkungan, isu-isu kontemporer, serta kebutuhan belajar peserta didik.

5. Refleksi

Kurikulum Merdeka berupaya memberikan layanan pendidikan yang berpihak pada siswa. Untuk itu, dalam setiap aktivitasnya kurikulum berupaya memberikan ruang kepada guru untuk berefleksi melalui berbagai hal agar kurikulum sesuai dengan kebutuhan siswa. Aktivitas refleksi harus terjadi dalam setiap tahapan dari mulai perencanaan sampai dengan asesmen.

6. Berbagi praktik baik

Berbagi praktik baik dapat dilakukan melalui diskusi lingkup internal yang melibatkan elemen sekolah, seperti kepala sekolah, guru-guru, dan tendik. Selain itu, berbagi praktik baik juga bisa dilakukan dengan cara mengadakan pelatihan dan pendampingan atau monitoring dalam jangka waktu tertentu.

7. Menentukan aksi nyata

Hal-hal yang berkaitan atau telah ada sebagai rancangan pembelajaran Kurikulum Merdeka, haruslah dilakukan dengan aksi nyata agar bisa dirasakan manfaatnya bagi elemen di satuan pendidikan. Satuan pendidikan yang mampu beradaptasi dengan hal baru tentunya sangat diuntungkan.

Silahkan Anda manfaatkan HARGA KHUSUS untuk mendaftar Diklat “Penyusunan Kurikulum Operasional di Satuan Pendidikan (KOSP), Modul Ajar dan Modul Project” yang akan dilaksanakan mulai tanggal 15-20 maret 2022. Dapatkan sertifikat 64 JP dan bonus-bonus lainnya!

HARGA KHUSUS HANYA BERLAKU SAMPAI DENGAN 2 MARET 2022. JADI TUNGGU APA LAGI? SEGERA MENDAFTAR SEKARANG DAN MANFAATKAN HARGA KHUSUSNYA!

KLIK DISINI UNTUK MENDAFTAR
KLIK DISINI UNTUK MENDAFTAR

Mau dibantu mendaftar? Hubungi Admin Berikut: http://wa.me/628818797148 (May)

Download Materi Diklat 40 JP Pertemuan Keempat pdf
Download Materi Diklat 40 JP Pertemuan Keempat pdf