Berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) mengenai izin pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) untuk Tahun Akademik 2020/2021 di masa pandemi akhirnya diumumkan sehingga pada tahun 2021 pemerintah sudah memberikan wewenang penuh kepada sekolah untuk mengadakan pembelajaran secara tatap muka.

Namun persiapan Hybrid Learning dalam Pembelajaran Tatap Muka Terbatas di sekolah masih belum begitu maksimal hal tersebut dikarenakan masyarakat yang kontra dengan hybrid learning memiliki alasan yang juga sangat logis. Apalagi terkait persiapan hybrid learning dalam pembelajaran tatap muka terbatas yang tentunya perlu dilakukan dengan benar karena ketika kebijakan ini diterapkan resiko kesehatan menjadi taruhannya.

Untuk meminimalkan sejumlah resiko dari penerapan hybrid learning maka diperlukan persiapan matang yakni dengan menerapkan berbagai hal sebagai berikut:

1. Mempersiapkan Sarana Sanitasi yang Memadai

Persiapan pertama untuk menerapkan hybrid learning yakni berkaitan dengan protokol kesehatan antara lain sarana sanitasi mulai dari wastafel atau tempat khusus cuci tangan yang jumlahnya memadai dan sesuai dengan standar. Hal tersebut dikarenakan air dan wastafel tersebut harus terjamin higienis.

Selain sarana sanitasi sekolah juga perlu menyiapkan fasilitas cuci tangan, pemeriksaan suhu tubuh dan jika memungkinkan juga menyediakan masker atau face shield. Sehingga dengan sarana sanitasi tersebut dapat mendukung kegiatan pembelajaran tatap muka bagi siswa maupun guru yang akan berinteraksi di dalam kelas.

2. Membentuk Satgas Khusus Protokol Kesehatan

Selain mempersiapkan sanitasi pihak sekolah juga perlu menyiapkan pembentukan satgas khusus atau petugas khusus untuk memastikan protokol kesehatan yang dapat diterapkan dengan ketta. Oleh karena itu percuma jika semua fasilitas sanitasi sudah tersedia dan selalu diberikan himbauan untuk mematuhi protokol kesehatan namun tidak ada pengawas.

Baca Juga:  Buang dalam 90 menit. Tinjauan

Meskipun jumlah siswa yang masuk kelas dibatasi sampai 50% akan tetapi juga ada siswa yang mencoba melanggar protokol. Hal ini lumrah terjadi karena memang tidak semua orang bisa dan setuju mematuhi pelaksanaan protokol kesehatan tersebut.

3. Pengaturan Kelas yang Baik

Persiapan hybrid learning dalam pembelajaran tatap muka terbatas berkaitan dengan pengaturan kelas mulai dari pengaturan tata letak atau jarak antara satu bangku dengan bangku lainnya.

Sehingga dengan demikian pelaksanaan pembelajaran tatap muka tetap mematuhi protokol kesehatan untuk menjaga jarak setidaknya 1 meter per orangnya perlu dilakukan sejak dini yakni sebelum siswa mulai masuk ke kelas sesuai shift yang sudah disusun oleh guru atau pihak sekolah. Karena pada setiap kursi perlu diatur jaraknya, diberi tanda, atau mungkin yang lainnya. Sehingga hal tersebut dapat membantu parasiswa untuk mengetahui harus duduk dimana dan memudahkan mereka mematuhi aturan baru tersebut.

4. Pengaturan Shift pada siswa

Selanjutnya adalah mengatur shift kepada siswa karena memang aturannya adalah siswa masuk ke kelas maksimal 50% dari total keseluruhan. Dalam sepekan tentu ada siswa yang masuk ke kelas beberapa kali dan selanjutnya kembali menjalani pembelajaran daring.

Shift ini bisa diatur oleh guru atau pihak sekolah yang ditunjuk. Pengaturannya tentu harus tepat untuk memastikan tidak melebihi jumlah maksimal yang sudah ditetapkan. Kemudian akan ada banyak kelas yang perlu diatur shiftnya sehingga perlu pengaturan yang baik dan disesuaikan dengan mata pelajaran per harinya.

5. Menyiapkan Sarana untuk Kuliah Online

Pihak kampus juga perlu mempersiapkan sejumlah sarana yang mendukung pembelajaran daring karena hybrid learning merupakan kombinasi antara PJJ dengan tatap muka langsung sehingga guru di kelas juga perlu ditunjang dengan perangkat untuk bisa mengajar online dengan lancar.

Baca Juga:  Keajaiban dalam Firman: Menelusuri Tradisi Magis Barat. Bagian 1 dari 2

Oleh karena itu pihak sekolah perlu memastikan apakah sudah menyediakan perangkat yang mendukung dan jaringan internet yang stabil dan komputer yang fiturnya sudah memadai. Hal ini sangat penting karena untuk memastikan siswa yang masuk shift harus bisa mendapatkan pembelajaran yang lancar dan efektif.

Saat ini berbagai sekolah di Indonesia sudah mulai menyusun stratgi persiapan hybrid learning dalam pembelajaran tatap muka terbatas. Kebijakan baru pada kegiatan pembelajaran ini diharapkan dapat berjalan denagn lancar melalui persiapan matang dari semua pihak.

Jika bapak dan ibu berminat agar tulisannya dapat dimuat di Naikpangkat.com bapak dan ibu dapat mengikuti program Publikasi Artikel Populer di Naikpangkat.com,

Keuntungan Publikasi artikel di Naikpangkat.com yaitu:

  1. Dapat surat keterangan terbit
  2. Karya tulis dibaca oleh ribuan orang
  3. Koreksi artikel dan masukan dari editor berpengalaman
  4. Konsultasi gratis kepenulisan artikel populer
  5. Berpotensi mendapat angka kredit 1,5 untuk kenaikan pangkat guru

Berikut ada beberapa prosedur untuk publikasi artikel populer di Naikpangkat.com yakni:

  1. Kirim artikel dengan minimal 400 kata atau maksimal 1.200 kata
  2. Sertakan gambar pendukung (bila ada)
  3. Lakukan pembayaran 95 ribu per artikel ke no rekening BCA. No Rekening 816-106-4548
  4. Kirimkan artikel melalui link PUBLIKASIARTIKELPOPULER

Untuk informasi lebih lanjut mengenai pembuatan artikel populer yang ditayangkan di Naikpangkat.com dapat mengunjungi facebook: naikpangkatcom, Telegram: naikpangkatcom atau anda dapat mengunjungi website naikpangkat di naikpangkatcom. Informasi selengkapnya dapat menghubungi nomor telepon 0813-3404-0185 ( Moh Haris S)

Penulis: Erlin Yuliana, Instagram: erlinyuliana3110